PERANA ILMU
PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DALAM PERCEPATAN PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI
JAKARTA
Ilmu adalah suatu pemahaman tentang
suatu pengetahuan, yang memiliki fungsi untuk mencari, menyelidiki, dan
menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga merupakan suatu pengetahuan yang teleh
teruji kebenarannya. misalnya, pengetauan tentang sikap dan prilaku manusia
sebagai mahluk sosial, kemudian pengetahuan itu di selidiki oleh para ahli
menggunakan metode-metode tertentu, dan ternyata pengetahuan tersebut memang
benar bahwa manusia itu mahluk sosial, maka dari itu pengetahuan tersebut
dikatakan sebagai ilmu yaitu ilmu sosial.
Pengetahuan adalah sesuatu yang
diketahui atau disadari seseorang yang didapat dari pengalamannya. pengetahuan
tidak bisa dikatakan sebagai sebuah ilmu karena kebenarannya belum teruji.
Pengetahuan muncur dikarenakan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya
belum pernah dilihatnya.
Teknologi merupakan suatu penemuan
melalui proses metode ilmiah untuk mencapai tujuan yang maksimal. teknologi
juga dapat diartikan sebagai sarana manusia untuk menyediakan kebutuhan. Dengan
demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah suatu ilmu yang
berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia.
Ilmu
pengetahuan teknologi atau biasa kita dengar dengan sebutan IPTEKpun memiliki
andil besar dalam kehidupan sosial. Selain itu, Iptek juga dapat
diaplikasikanpada kegiatan-kegiatan sosial. Salah satunya adalah menanggulangi
bencana banjir tahunan Jakarta yang tidak pernah teratasi sampai saat ini.
Karena, jika keadaan tersebut dibiarkan terus-menerus bukan tak mungkin ibukota
yang banyak dielu-eluhkan setiap warga negara Indonesia tersebut akan
tenggelam.
Oleh
sebab itu, dalam hal ini keberadaan iptek sangat dibutuhkan untuk meengatasi
segala masalah di ibukota khususnya masalah banjir. Ada banyak cara yang dapat
dilakukan pemerintah untuk mengatasi bencana tahunan tersebut, antara lain:
1.
Membuat Saluran Air yang Baik
Dibutuhkan adanya
sistem irigasi sampai pembuangan akhir yang jelas. Jangan sampai akhir saluran
air yang ada berujung pada sebuah sungai mati atau tidak mengalir, sehingga
airnya akan meluber. Saluran air yang baik bisa saja berupa kali besar yang
bebas dari tumpukan sampah berfungsi menerima limpahan genangan air dari areal
perumahan yang over load karena hujan, saluran air ini nantinya akan bermuara
ke sungai besar di sekitar daerah tersebut. Saluran air yang baik juga bisa
berupa Terowongan Saluran Air di Bawah Tanah, yang menjamin semua air hujan
akan disalurkan menuju laut. Sistem yang seperti ini telah lama diterapkan oleh
Negara berkembang seperti Jepang.
2.
Lubang resapan biopori
Seperti yang sekarang ini gencar dicanangkan
olehgubernu DKI Jakarta yaitu membuat lubang serapan air. Lubang resapan
biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir
dengan cara meningkatkan daya resapan air, mengubah sampah organik menjadi
kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), memanfaatkan peran
aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan mengatasi masalah yang ditimbulkan
oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.
Cara membuatnya cukup mudah, kita cukup membuat lubang di tanah dengan menggunakan bor tanah. Diameternya cukup 10 cm dengan panjang kira-kira sebesar 100 cm. Semakin banyak lubang biopori di halaman rumah, kita semakin aman dari bahaya banjir.
Cara membuatnya cukup mudah, kita cukup membuat lubang di tanah dengan menggunakan bor tanah. Diameternya cukup 10 cm dengan panjang kira-kira sebesar 100 cm. Semakin banyak lubang biopori di halaman rumah, kita semakin aman dari bahaya banjir.
3.
Mendirikan Bangunan/Konstruksi Pencegah
Banjir
Bendungan,
yang memiliki bentuk seperti kolam air raksasa. Fungsinya untuk tempat
menampung air dengan ukuran yang sangat besar. Selain itu, bendungan dapat
difungsikan untuk pengairan, tempat pemancingan, atau tempat untuk pembangkit
tenaga listrik.
Tanggul,
yang merupakan bangunan yang berbentuk tembok yang memagari pinggiran sungai.
Bangunan ini dibuat untuk mencegah air meluap ke daerah-daerah yang berada di
sekitar sungai.
Kanal
air, yang merupakan sungai buatan untuk mengalirkan air sungai sehingga air
sampai ke laut.
4.
Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Ruang Terbuka Hijau
(Green Openspaces) adalah kawasan atau areal permukaan tanah yang didominasi
oleh tumbuhan yang dibina untuk fungsi perlindungan habitat tertentu, dan atau
sarana lingkungan/kota, dan atau pengamanan jaringan prasarana, dan atau
budidaya pertanian. Selain untuk meningkatkan kualitas atmosfer, menunjang
kelestarian air dan tanah, Ruang Terbuka Hijau (Green Openspaces) di
tengah-tengah ekosistem perkotaan juga berfungsi untuk mencegah terjadinya
banjir. Ruang terbuka hijau yang ideal adalah 30 % dari luas wilayah. Hampir
disemua kota besar di Indonesia, Ruang terbuka hijau saat ini baru mencapai 10%
dari luas kota.
Selain solusi-solusi tersebut perlu juga
adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, ataupun
tidak membuat rumah di dekat belantaran sungai.



0 komentar:
Posting Komentar